Sunday, 17 February 2013

Buruk Muka Cermin Dibelah



Anda mungkin pernah mendengar peribahasa “Buruk muka cermin dibelah”. Sebuah peribahasa yang berarti: "tidak bisa menerima kenyataan". Tanpa Anda sadari, Anda mungkin sedang mengalami hal tersebut dalam percintaan Anda.

Ketika Anda melihat seorang pria berjalan dengan wanita cantik, mungkin pernah berkomentar: "Dia enak, ganteng dan kaya raya.. itu kan DIA! Bukan Saya!" Anda melarikan diri sambil menyalahkan keadaan, tanpa berusaha untuk mempelajari apa yang dilakukan pria tersebut. Tanpa pernah berpikir bahwa Anda mungkin sekarang pun tengah mengalami hal yang sama, atau paling tidak, memikirkan apa yang harus Anda lakukan seandainya Anda ada dalam situasi yang sama.

Atau ketika melihat seorang pria yang mengejar wanita sampai 5 tahun tapi hasilnya sia-sia. "Itu kan DIA! Bukan SAYA!", dan dengan penuh keyakinan Anda menunggu gebetan Anda yang sekarang sudah jadi milik pria lain. Anda melakukan kesalahan yang SAMA dan berharap hasil yang BERBEDA. Atau mungkin seorang pria mentraktir wanita yang disukainya namun ternyata hanya dianggap ATM berjalan. "Itu kan DIA! Bukan SAYA!", tapi anehnya, Anda mengharapkan hasil yang berbeda dengan menyogok, mentraktir, dan membelikan berbagai hadiah untuk wanita yang Anda kejar juga.

"Itu kan DIA! Bukan SAYA!"

Akibat kebiasaan Anda mengatakan: "Itu kan DIA! Bukan SAYA!" maka sudah dapat saya tebak bahwa hasilnya adalah Lubang Buaya yang tidak berkesudahan. Anda hanya bisa berputar terus menerus dalam kegagalan romansa yang sama.

APA YANG TERJADI PADA ORANG LAIN, BISA TERJADI PADA ANDA! Karena itu, kesuksesan atau kegagalan yang Anda alami adalah tanggung jawab Anda sendiri! Bukan karena orang lain atau keadaan!

Bila Anda sungguh ingin mendapatkan kisah cinta impian Anda, belajarlah dari orang yang tepat dengan CARA yang tepat. Ketika Anda bertemu dengan teman yang jago berkomunikasi dengan wanita, SIMAK dengan seksama apa yang dia lakukan. Ketika Anda melihat seorang pria yang berpenampilan keren, PERHATIKAN. Ketika teman-teman Anda menjatuhkan Anda, HINDARI. Ketika Anda membaca artikel Updaterus, PRAKTEKKAN yang Anda baca.

Saya tahu pemikiran seperti ini belum pernah terlintas dalam benak Anda, karena buktinya Anda masih duduk di kursi yang sama sambil terus berkata "Itu kan DIA! Bukan SAYA!" atau, "Itu kan para COACH! Bukan Saya!" Anda harus percaya bahwa apa yang terjadi pada orang lain juga bisa terjadi pada Anda. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, Anda tidak melakukan kesalahan yang sama dan tidak terjebak dalam lubang yang sama. Sebaliknya, Anda juga bisa mendapatkan kesuksesan yang sama, bahkan lebih!

Selamat mencoba pola pikir baru Anda.

Membongkar Rahasia Pria Pemilih



Pernahkah Anda mendengar seseorang menjelaskan alasan kenapa dirinya masih jomblo dengan alasan seperti, “Ah gue emang tipe pemilih sih,” “Gue milih-milih wanita, man, musti liat semuanya dulu baru gue bakalan PDKT," atau alasan serupa lainnya yang menjadi pembelaan mengapa dirinya belum pacaran atau terlihat dekat dengan wanita manapun.

“Pria pemilih” menjadi realita palsu yang banyak digunakan pria-pria dewasa. Mungkin Anda termasuk pria yang menggunakannya juga dalam kehidupan Anda sehari-hari sekarang ini.

Seorang pria layak menyebut dirinya “pria pemilih” bila dia mampu mendapatkan pilihan yang diinginkan, atau setidaknya berada dalam realita bahwa dia memiliki sejumlah pilihan, atau sanggup menciptakan pilihan. Hanya ketika pria tersebut memiliki Power to Bargain atau Power to Choose, barulah paradigma dan realita “pria pemilih” menjadi masuk akal. Pria tesebut memang mampu kapan saja memilih dan memutuskan “produk” terbaik yang ingin ia miliki.

Namun jika pria tersebut tidak memilikinya, itu berarti ia hanya berlagak saja memiliki pilihan dan menjadi seorang pemilih dalam petualangan romantikanya. Lebih parah lagi jika bukan saja ia tidak mampu memilih dan memiliki wanita yang ia inginkan, bahkan ia sendiri kemungkinan besar belum memiliki opsi apapun untuk dipilih.

Ilusi realita “pria pemilih” yang dipakai akan memberikan dampak negatif pada diri Anda. Jika Anda gagal mendekati dan mendapatkan wanita yang diinginkan, Anda bisa dengan mudah mengumandangkan alasan, “Ah, santai aja, toh wanita itu emang bukan tipe gue.” Defense mechanism yang muncul untuk menyelamatkan ego Anda tersebut akan menghalangi untuk mengambil pelajaran atau melihat kekurangan apa yang perlu diperbaiki untuk memastikan lain kali berakhir dengan hasil yang berbeda.

Ilusi “pria pemilih” mencegah Anda untuk melihat ke dalam diri sendiri, mencegah Anda untuk mengenali lebih kekurangan yang Anda miliki, terlebih lagi mengakuinya. Ilusi tersebut membuat Anda berpikir kalau Anda mampu membuat pilihan sementara kenyataannya tidak pernah ada pilihan sama sekali. Menghambat diri Anda untuk memperbaiki diri, terus tenggelam dalam pusaran yang gelap, sampai akhirnya ketika Anda sadar dan ingin mengubah keadaan, semuanya sudah terlambat.

Mulai detik ini biasakan untuk berseru, “Bullshit!” kepada setiap teman Anda yang menyatakan bahwa dirinya adalah “cowo pemilih,” sementara kenyataannya Anda bisa melihat sendiri itu adalah alasan superfisial yang lebih nyaring daripada tong kosong manapun. Jangan lupa untuk berseru, “Bullshit!” pada diri Anda sendiri setiap kali Anda mendapati mulut dan kepala Anda ingin memakai realita bodoh itu.

Friday, 15 February 2013

Hari Gini Masih Single ? nggak Masalah.....!!!!!!



Di hari Valentine ini, perlukah Anda bermasalah dengan status Anda yang masih “single”? Ketika teman-teman Anda semua berpacaran dan Anda melihat mereka bercanda-tawa dan bermesraan, perlukah Anda merasa sedih atau iri? Well, jika Anda meratapi hal tersebut, bisa-bisa nanti Anda depresi bro. Tapi jika Anda mengikuti empat tips di bawah ini, maka Anda akan menyadarai bahwa being single is, in fact, not bad at all.
Hibur diri sendiri
Orang berpacaran kadang didasari oleh 'kehausannya' akan sosok pendamping (penghibur). Di kala sedih, tentu pastinya akan sangat melegakan apabila ada seseorang yang menghibur, baik dengan sentuhan ataupun juga tindakan dan ucapan. Bagi yang single, Anda juga bisa mendapatkan penghiburan dengan cara memuaskan diri sendiri.  Belanja baju dan gadget kesukaan, menonton film favorit hasil download atau  travelling dengan ke luar kota, tanpa ada seorang pun yang ngeribetin.
Apapun yang bisa membuat Anda bahagia, lakukanlah. Dan pastinya tidak perlu repot untuk mentraktir orang lain kan bro saat bersenang-senang?
Single bukan berarti tak punya teman
Anda memang single, tapi bukan berarti Anda tidak punya banyak teman kan? Ada banyak hal “nakal” yang bisa Anda lakukan bersama teman yang tidak bisa dilakukan jika Anda sudah punya pacar. Lakukanlah hal tersebut selagi sempat tanpa ada seseorang yang mengawasi Anda dengan mata elangnya. Temukan arti kebebasan tersebut dan manfaatkan sampai Anda bosan dan ingin merasa terikat. Tapi ingat, jangan sampai kelewat batas bro.
Status single membuat Anda bisa lebih 'egois'
Sering mendengar curhatan teman tentang pacarnya yang egois dan tidak mengerti pasangannya? Itulah ribetnya pacaran. Seringkali Anda tidak bisa menjadi diri sendiri. Sebaliknya kalau single, siapa juga yang berhak mengatur Anda? Anda bisa pergi dengan siapa saja, tidur dengan siapa saja (hmmm ...) dan pergi ke mana saja sampai tak ada waktu karena tidak ada orang yang mengatur Anda. Tapi sekali lagi ingat, bebas itu ada enaknya dan nggaknya juga bro.
Fokus terhadap pekerjaan
Status single bukanlah sebuah keadaan, namun bisa menjadi sebuah pilihan. Anda punya kualitas tapi mungkin belum berpikiran untuk berpacaran karena alasan profesonalisme. Jika begitu, berikan perhatian lebih pada diri Anda dan fokus pada pekerjaan dan meningkatkan kualitas diri. Dengan sendirinya, nantinya akan ada banyak wanita mengantri dan Anda tinggal pilih. Tidak perlu repot untuk mengejar kesana-kemari seperti Casanova. Jodoh nggak bakal kemana kok bro.
Gimana bro, masih pusing dengan status single? Jangan. Value yourself more than you value other people. Karena yang terpenting adalah bagaimana Anda bisa happy dengan diri sendiri dan apa yang Anda miliki saat ini. So do you what like and be what you wanna be. That's all what matters

mengapa wanita penuh drama ??


Judul di atas bisa jadi pertanyaan nomor satu bagi semua pria di dunia, terutama mereka yang sudah menjalani hubungan romansa. Tanyakan pada kaum wanita, mereka akan menjawab, “Drama? Drama?! Tolong deh.. Kenapa sih elo selalu ngejudge orang? Dari kecil gue udah capek diperlakuin begitu sama orangtua, temen-temen sekolah, kuliah, trus kantoran. Laki-laki ngepet, brengsek, asal ngomong aja apa yang ada di pikirannya. Orang kayak elo tuh yang bikin kaum perempuan ditindas cuma bisa jadi babu doang, ngga boleh nunjukin emansipasinya. Ih jijik gue, sumpah keterlaluan banget. Denger baik-baik nih ya, gue paling anti ama drama!!!”

Hmmm…
Drama bisa dimunculkan dalam bentuk berpura-pura tenang tapi sikap menunjukkan sebaliknya, membesar-besarkan masalah, mengungkit kesalahan-kesalahan yang sudah lewat, menyambung-nyambungkan situasi atau fakta, dan yang paling rumit adalah mengalah dengan sengaja agar pihak lain merasa bersalah (atau biasa dikenal dengan istilah Blame Game).

Jika mau super lengkap, ada banyak sekali penjelasan mengapa wanita memiliki hobi bermain hal-hal tersebut. Namun karena saya punya batas 90 detik, berikut adalah beberapa yang paling signifikan:
Drama membuat mereka merasa penting. Coba ingat baik-baik sejarah setiap dramatisasi konflik yang terjadi dalam romansa Anda. Biasanya bisa ditelusuri pada perilaku Anda yang seolah-olah tidak lagi membuatnya merasa menjadi bagian penting -kalau bukan yang terpenting- dalam hidup Anda. Yang dia ungkit mungkin perilaku seperti telat jemput, jarang kasih kabar, tidak bisa ambil hati orangtuanya, atau mendadak beritahu ada undangan resepsi (klasik, ahahaha!).. namun perilaku itu sendiri tidak sebegitu penting dibandingkan pesan yang dia tangkap di dalam hati, “Dia melakukan X, Y, Z itu pasti karena aku sudah tidak penting lagi.”

Drama membuatnya terlalu sibuk mengamati hidup orang lain agar tidak punya waktu mengamati kesalahan dan kelemahan diri sendiri. Dalam pelatihan, saya selalu menegaskan pembelajaran ini berulang-ulang, “A woman’s problem is her insecurity, while a man’s is his immaturity.” Jadi untuk dapat menciptakan ilusi seolah-olah aman (secure) dan tidak bermasalah, ia menuding-nuding perilaku ketidakdewasaan sang pasangan dan membicarakan panjang lebar dengan teman-temannya. Kekuatan misdireksi. Siapa bilang wanita tidak bisa jadi pesulap?

Drama merupakan mekanisme pertahanan ketika sudah terpojok. Ini mungkin stereotip dangkal, namun semakin lama berada dalam sebuah hubungan romansa,  kemampuan problem-solving seorang wanita semakin menurun dibandingkan sebelum era hubungan tersebut. Istilah pendeknya, manja. Jadi ketika ia merasa terpojok kebingungan menghadapi sesuatu, daripada duduk diam merasa bodoh karena tidak bisa memikirkan solusi, ia mengalihkan energinya dalam sebuah pelampiasan drama emosional yang meledak-ledak, dengan harapan orang lain bersedia memperbaiki keadaan untuknya.

Terakhir, drama merupakan kesempatan baginya untuk menguji sang pasangan. Saya tidak akan membahas panjang tentang poin ini kecuali mengutip lagi satu baris favorit saya dalam workshop, “If they’re giving you hell, you should be proud cos they’re doing their job well!” Ketika Anda bisa merespon dengan menunjukkan kualitas sebagai pria yang stabil dan kuat, barulah mereka merasa memiliki area nyaman untuk bersandar dan mempercayakan seluruh hidup pada Anda.
Ribuan tahun yang lalu, dikenal seorang wanita yang memulai kebiasaan drama ini. Ketika sadar baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, dia buru-buru memanggil sang kekasih, membujuk dan melibatkannya dalam kekacauan tersebut. Drama tersebut berhasil. Wanita itu bernama Hawa.

Wanita Dan Egoisme

Salah satu contoh yang sering terjadi di mana-mana dan yang paling banyak saya dengar dari teman-teman saya yang lain; adalah kasus di mana si wanita sudah memiliki pasangan tetapi dia berteman sangat dekat dengan Anda. Dekat sekali, melebihi kedekatan seorang sahabat biasa.

Biasanya ini diawali dari hubungan yang kurang ideal antara si wanita dengan pasangannya. Anda adalah pria baik hati yang berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Si wanita mendapatkan dari Anda apa yang tidak didapat dari pasangannya. Dia kerap mengeluh soal pasangannya kepada Anda, berkata ingin putus dengan pasangannya tersebut, dan bahkan menyatakan kalu ia menyukai Anda. Anda pun makin semangat dan menyiraminya dengan lebih banyak perhatian.

Setelah beberapa lama, Anda baru menyadari bahwa dia tidak pernah mengambil tindakan apa-apa untuk menjadi kekasih Anda yang resmi. Jangankan memutuskan hubungan dengan pasangannya, terkadang ketika si pria sedang baik hati dan penuh perhatian, dia seperti melupakan keberadaan Anda sama sekali. Dan datang kembali kepada Anda ketika dia membutuhkan ‘jasa’ Anda. Si wanita tidak juga putus dengan pasangannya tapi juga tidak ingin kehilangan Anda.

Sambil menyelam minum air. Dia yang paling diuntungkan dari situasi ini. Dan yang jadi masalah, Anda tidak berani untuk mengambil tindakan tegas karena Anda juga takut kehilangannya.. “Sedikit lagi.. sebentar lagi.. dia akan jadi milikku.” Itu yang ada di pikiran Anda. Tapi hal itu tidak pernah terjadi.

Saya pernah mengalaminya. Beberapa teman saya malah terpuruk dalam situasi seperti itu sampai bertahun-tahun lamanya. Dengan setia menunggu si wanita hingga akhirnya putus dengan pasangannya dan berharap dapat menjadi kekasihnya yang resmi. Hanya untuk melihat si wanita berpindah ke pelukan pria lain. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit bagi wanita untuk memutuskan apakah dia akan mencoba melanjutkan hubungan atau menolak Anda. Lalu mengapa dia memberikan respon positif kalau akhirnya akan menyakiti Anda?

Karena wanita adalah mahluk paling egois di muka bumi ini.

Dari segi ilmu biologi dan evolusi, hal ini sudah diakui secara saintifik. Tapi saya bukan Darwin dan artikel ini akan jadi keterlaluan panjangnya apabila saya menjelaskan teorinya. Saya hanya ingin menegaskan, bahwa wanita itu mahluk paling egois adalah sebuah fakta. Saya tidak sedang menjelek-jelekkan wanita. Sama sekali tidak. Karena egois adalah sifat dasar manusia. Egois adalah kunci kelangsungan hidup. Dan tingkat keegoisan wanita, khususnya wanita yang cantik dan high demand, biasanya jauh lebih tinggi dibanding pria.

Karena sejak kecil mereka sudah terbiasa dimanja, diinginkan dan dituruti kemauannya. Coba bayangkan sejenak. Sejak kecil orang tua Anda selalu memanjakan Anda, dan mulai usia remaja hingga kini sudah tak terhitung lagi berapa banyak pria-pria ngarep yang selalu mengikuti kemauan Anda. Apabila semua kemauan Anda selalu dituruti dan Anda selalu mendapatkan hampir semua yang Anda inginkan, Anda sudah pasti akan menjadi orang yang sangat egois. Tapi Anda tidak akan menyadari bahwa Anda egois. Karena bagi Anda itu adalah hal yang normal dan sewajarnya terjadi.

Sekarang Anda pasti sudah tahu kalau wanita itu adalah mahluk emosional. Hampir segala tindakan mereka didasarkan atas perasaan. Bagi wanita, apa yang mereka rasakan pada detik itu juga adalah hal yang paling penting untuk mereka, lebih penting dari konsekuensi sebab-akibatnya. Dan mereka akan melakukan apa saja untuk memenuhi kepuasan emosional mereka saat itu juga.

Itu sebabnya apabila mereka merasa nyaman dengan perhatian Anda, mereka akan terus memberikan respon positif yang akan mengundang Anda untuk memberikan lebih banyak lagi perhatian dan kenyamanan untuknya. Meskipun mereka tahu kalau pada akhirnya mereka harus melukai Anda. Tapi perasaan Anda bukanlah prioritas mereka

Kenyataan memang kadang-kadang menyakitkan. Namun bila Anda sudah mengetahui realitanya sebelum menceburkan diri, Anda bisa keluar sebelum Anda basah kuyup.

mentransformasi dunia percintaan anda

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa duduk diam dan menunggu TIDAK AKAN MEMBAWA ANDA KE MANA-MANA. Berharap dan berdoa TIDAK AKAN MEMBUATMU MENJADI PRIA GLOSSY YANG DIINGINKAN SETIAP WANITA.

Anda harus melakukan sesuatu. There’s a price for everything. No pain no gain. Sesuatu yang baik terkadang membutuhkan pengorbanan. Well, Anda mengerti lah maksud saya. Terlebih lagi kalau Anda merasa dan mengaku bahwa selama ini Anda adalah salah satu pria yang sudah muak dan capek, bahkan putus asa, karena selalu menjadi korban tak berdaya dunia romansa dan wanita.

Apa yang akan Anda korbankan (waktu, tenaga dan uang) apabila Anda mengikuti program Hitman System sama sekali tidak sebanding dengan perasaan gagal yang selama ini Anda alami dan rasakan. Dalam 1-2 hari waktu yang terbuang, Anda akan mendapatkan bekal untuk setiap kehidupan romansa Anda di masa mendatang.

Dari uang yang Anda keluarkan, Anda akan mendapatkan segala yang Anda butuhkan untuk mengubah keadaan. Perubahan pola pikir, perubahan sikap, dan perubahan kepribadian. Dan itu sangat aplikatif dalam setiap aspek kehidupan Anda, seperti kuliah, pekerjaan dan lain lain. Dan tenaga Anda tidak akan terbuang percuma, karena kalau Anda memang menunjukkan tekad yang kuat untuk pergi melintasi provinsi demi sebuah perubahan diri yang maksimal, maka kami percaya perubahan itu hanya tinggal selangkah saja.

Menjadi pria glossy yang diinginkan oleh setiap wanita memang impian hampir setiap pria, tapi perlu Anda tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah itu adalah impian Anda juga? Atau jangan-jangan hanya sekedar ‘keinginan’ saja? Anda perlu membaca kesaksian-kesaksian seperti Ditto, seorang peserta, yang jauh-jauh terbang melintasi pulau dari Kalimantan ke Jakarta hanya untuk mengikuti program Hitman System. Saya, Lex dan Jet menyatakan terang-terangan di hadapannya bahwa kami sangat salut dengannya.

That’s what we call ACTION!

And ACTION causes REACTION, itu adalah hukum alam yang umum dan terjadi di mana-mana. ACTION Ditto yang berani dan menunjukkan tekad yang kuat menghasilkan REAKSI yang kuat pula. Terbukti ketika pada sesi praktek lapangan, ia berhasil memecahkan rekor membuka percakapan terbanyak dengan wanita melebihi semua peserta pelatihan workshop tahun ini!
Ditto pulang kembali ke Kalimatan dengan sebuah kekuatan baru dan jelas ia tidak menyesal atas semua tenaga, uang dan waktu yang sudah ia korbankan untuk mengikuti HSEW.

From Lossy to Glossy, there’s an ACTION. Apakah Anda berani mengambil ACTION?

jangan jadikan aku istrimu

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika nanti dengan alasan bosan, kamu berpaling pada perempuan lain. Kamu harus tau meski bosan mendengar suara dengkuranmu, melihatmu begitu pulas, wajah mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnanya pun takkan mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika ia terbangun tengah malam, sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku, membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika nanti kita tak bisa berbagi baik suka maupun sedih, dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita. Kamu harus tau meskipun begitu banyak teman yang mau menampung curahan hatiku, padamu aku hanya ingin berbagi.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika nanti dengan alasan sudah tidak cocok, kamu memutuskan untuk menceraikan diriku. Kamu tau betul kita memang berbeda, dan bukan persamaan yang menyatukan kita, tapi komitmen kita untuk hidup bersama.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika nanti kamu memilih tamparan dan kata-kata kasar untuk memperingatkan kesalahanku. Sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.

Jangan pilih aku sebagai istrimu….
Jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang, dan memilih bertemu dengan teman-temanmu. Sedang seharian aku sudah begitu lelah mencuci, dengan setrikaan yang menumpuk. Dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku. Dan rumah bukan hanya kewajibanku, karena kamu menikahiku bukan untuk menjadi pembantu tapi menjadi pendamping hidupmu. Dan jika boleh memilih, aku akan lebih memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tau bagaimana rasanya.

Jangan pilih aku sebagai istrimu….
Jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu, bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga. Aku memilihmu bukan karena aku tau aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga karena kita tidak hidup hari ini saja.

Jangan pilih aku sebagai istrimu….
Jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan malu memperkenalkan aku sebagai istrimu.  Meski aku bangga karena kamu memilihku, tapi takkan ku biarkan kata-kata mu menyakiti bagiku. Pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan. Bukan hanya seseorang yang sedap dipandang mata. Tapi menyejukkan bathin ketika dunia tak lagi menyapa. Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu, pada saat itu kamu akan tau kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.

Jangan pilih aku sebagai istrimu….
Jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak lagi selangsing sekarang. Kamu tentunya tau kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tubuhku. Karena aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri, sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-teman mu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu tidak tau aku pun masih ingin menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman ku untuk sekedar ngobrol ataupun creambath di salon dan tidak ingin apa yang disebut dengan “kewajiban” membuatku terisolasi dari pergaulan. Aku semakin disibukkan dengan urusan rumahtangga.
Menikah bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu, tapi kita tau kita harus menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi muda, aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu. Meski menikah dengan mu adalah impian ku, aku tidak akan keberatan menunda itu demi cita-cita mu karena aku juga punya cita-cita dan aku tau bagaimana rasanya jika aku berhasil meraihnya.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika pada saat ini kamu sungkan pada orang tuaku, dan merasa tidak nyaman karena waktu akan semakin menunjukkan kekuasaannya. Bagiku hidup lebih-lebih dari angka yang kita sebut umur, aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku. Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika sampai saat ini kamu masih berpikir nbahwa mancuci adalah pekerjaan perempuan. Aku takkan keberatan membetulkan genteng rumah dan berubahh menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu ke luar kota.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu, dan rasa penasaran yang membuatmu enggan mengenalkanku pada mereka.
Kamu harus tau meski cintamu sudah aku perjuangkan, aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.   

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika kamu masih berpikir kamu lah cinta pertamaku, sedang setiap hari aku masih harus mendengar nama-nama mantanmu dan dengan sekuat tenaga menghilangkan rasa cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus yakin, kamulah cinta terakhir dan satu-satunya cinta yang ingin aku jalani sampai akhir hayatku.

Jangan jadikan aku istrimu….
Jika kamu pikir bisa menduakan cinta, kamu mungkin tak tau seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga takkan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang kupilih menghianatiku.


Jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan. Jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu jika kamu belum tau satupun alasan kenapa aku harus menerimamu sebagai suamiku.